Ekspor Mineral Dibatasi hingga IKN Buka Peluang Besar bagi Industri Bahan Tahan Api

Read Time:2 Minute, 48 Second

designsuperstars.net, Jakarta Permintaan bahan tahan api (refraktori) dari berbagai sektor industri seperti pengecoran logam, besi dan baja, petrokimia, minyak dan gas, pembangkit listrik, semen, dan lain-lain, membuka prospek terhadap produk ini.

Berdasarkan riset 6wresearch.com, pasar bahan bakar di Indonesia akan mencatat peningkatan nilai transportasi sebesar 78,34% pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020.

Refraktori adalah bahan tahan api yang digunakan pada berbagai tungku industri, smelter, tungku, reaktor, tungku, dan lain-lain, yang terkena suhu tinggi.

Dilaporkan bahwa saat ini di Indonesia, untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, produk-produk resisten impor lebih banyak digunakan. Nilai impor produk ini pada tahun 2021 mencapai 204 juta 630 ribu dolar. Ngomong-ngomong, tahun 2017 mencapai 151,06 juta dolar.

Pasar bahan bakar di Indonesia diperkirakan akan mencatat CAGR sebesar 4,3% selama periode (2020-2026). Peningkatan produksi besi dan baja seiring dengan meningkatnya permintaan penyimpanan energi diidentifikasi sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan pasar tungku di Indonesia.

Direktur PT Benteng Api Technic (BAT Refractories) Presiden Ridwan membenarkan pasar tungku Indonesia masih didominasi produk impor. Negara produsen utama adalah China, Korea Selatan, Thailand, Australia, Jepang.

Ridvan memperkirakan potensi kebutuhan produk refraktori dan isolasi seiring dengan kebijakan pemerintah mengenai pembatasan ekspor bahan baku mineral menyebabkan munculnya berbagai industri peleburan seperti nikel, peleburan, aluminium, tembaga dan industri penolong lainnya.

Pembangunan proyek IKN juga akan meningkatkan kebutuhan besi dan baja di Indonesia secara signifikan sehingga meningkatkan kebutuhan bahan tahan api di berbagai bidang pengolahan besi dan baja.

Melihat informasi tersebut, Ridwon menyatakan bahwa permintaan produk tahan api dan isolasi di Indonesia akan semakin besar di masa depan, sementara perusahaan dalam negeri yang bergerak di bidang tersebut masih relatif sedikit.

Refraktori BAT sebagai perusahaan lokal dan pionir dalam industri bahan bakar dengan sumber daya yang beragam siap memanfaatkan peluang ini. Benteng Api Technic/BAT Refractories merupakan perusahaan lokal dan pionir dalam industri refraktori nasional.

Oleh karena itu, BAT Refractories akan terus mengembangkan berbagai fasilitas dan sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan kapasitas, kualitas dan daya saing produk dan layanannya guna menguasai pasar tungku nasional yang masih didominasi oleh produk impor, dan masih banyak lagi. merambah ke pasar internasional,” kata Ridwan dalam keterangan resmi.

Saat ini perusahaan memiliki peralatan produksi dan peralatan pengujian laboratorium yang mampu menghasilkan berbagai macam produk tahan api (refractory material) melalui dua jalur produksi utama.

Keduanya merupakan lini produksi firebrick/bata api yang memproduksi berbagai jenis bata tahan api/firebrick dengan kapasitas produksi mencapai 500 ton per bulan.

Lini produksi bahan bakar monolitik memproduksi berbagai bahan, seperti: semen castable dan tahan api, plastik, mortar semen tahan api, dll, dengan kapasitas bulanan hingga 800 ton.

Selain itu juga dikenal memiliki tim teknik dan tim konstruksi yang berkompeten tinggi serta berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang jasa teknik dan jasa konstruksi berbagai jenis tahan api dan panas dingin. isolasi tahan. bekerja

Ridvan menambahkan, peningkatan permintaan produk dan jasa di bidang kebakaran dan isolasi juga akan meningkat karena berkembangnya berbagai sektor di tanah air.

Industri pengecoran, produksi semen, industri tenaga listrik, industri besi dan baja, industri pupuk mineral dan petrokimia, industri minyak dan gas, industri makanan dan minuman, dll.

Pasalnya, produk refraktori merupakan bagian penting dalam proses kerja industri yang proses produksinya memerlukan panas dan energi.

“Kebijakan pemerintah menerapkan TKDN juga akan memberikan lebih banyak peluang bagi produsen dalam negeri Indonesia untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan refraktori dalam negeri, termasuk Refraktori BAT,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Timnas Indonesia Tersenyum Berkat Gol Jay Idzes dan Ragnar Oratmangoen
Next post Banyak Pilihan Inovasi Generative AI NVidia