Harga Melonjak, BEI Gembok Perdagangan Saham SURI

Read Time:3 Minute, 54 Second

designsuperstars.net, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup atau menghentikan sementara perdagangan saham PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI). Penghentian sementara (suspensi) saham SURI karena kenaikan harga.

Terkait kenaikan signifikan pada lonjakan harga saham SURI, BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham SURI pada 6 Februari 2024 untuk menguranginya, mengutip pengumuman bursa, Selasa (6/1/2024).

Penghentian sementara atau suspensi saham SURI terjadi di pasar umum dan pasar uang. Tujuannya adalah untuk memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang setiap keputusan investasi berdasarkan informasi yang tersedia saat memutuskan Saham SURI.

Berdasarkan data RTI, saham SURI naik 24,32 persen ke posisi 690 pada Senin 6 Maret 2024. Frekuensi perdagangan saham SURI tercatat 9.920 kali. Saham yang dijual sebanyak 51,85 juta lembar senilai Rp 33,01 miliar. Dalam sepekan, saham SURI naik 40,24 persen.

Harga saham SURI naik 305,88 persen sejak harga IPO 170 persen. Sekadar informasi, saham SURI resmi dicatatkan dan diperdagangkan di BEI pada 7 Desember 2023.

Sebelumnya, Maja Agung Latexindo menerbitkan namanya sebanyak-banyaknya 1.266.875.000 saham biasa atau 20,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp20 per saham. Dengan harga penawaran Rp 170 per saham, perseroan menghimpun dana IPO sebesar Rp 215,36 miliar.

Adapun seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi biaya penawaran, sekitar 49,45 persen akan digunakan sebagai biaya modal. Dari jumlah tersebut, sekitar 50,55 persen akan digunakan sebagai belanja operasional (OPEX).

Sebelumnya diberitakan, PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen setelah menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO). Pasalnya, Maja Agung Latexindo berambisi mengejar pasar internasional.

Direktur Pemasaran Maja Agung Latexindo Engel Stefan mengatakan timnya fokus di pasar luar negeri. Karena kondisi ketidakpastian saat ini, perusahaan melihat ke depan untuk memanfaatkan pasar luar negeri, khususnya Amerika.

“Jadi geopolitiknya naik turun, kami sebagai perusahaan melihat ke depan secara spesifik agar ketidakpastian di pasar luar negeri ini bisa kita manfaatkan, khususnya Amerika,” kata Engel dalam wawancara dengan BEI, Kamis. (7/12/2023).

Alhasil, pendapatan diperkirakan tumbuh sekitar 30% pada tahun 2024. Sedangkan pendapatan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 100 miliar. Bahkan, dia berharap pada tahun 2028 pendapatan SURI bisa meningkat.

Selain itu, Maja Agung Latexindo juga menyasar pasar Eropa. Namun untuk menjangkau pasar ini harus melalui beberapa langkah, salah satunya adalah mengikuti standar yang ditetapkan di Eropa Barat dan Eropa Timur. Hal ini dikarenakan keduanya mempunyai nilai yang berbeda.

Ia mengatakan, timnya akan terus memantau perkembangan setiap kebijakan negara di masing-masing negara. Memang hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Maja Agung Latexindoke ke depannya.

“Di Indonesia mungkin Maja sudah melakukan transfer teknologi pemanfaatan biomassa pada mesin produksi kita yang dulu menggunakan batu bara, sekarang kita menggunakan dukungan kelapa sawit,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2023. Lantas, bagaimana kelanjutan harga sahamnya?

Saham SURI dibuka di Rp 165 per saham dari harga awal Rp 170 per saham, mengutip data RTI. Harga saham SURI berada pada Rp 170 per saham pada pukul 9.05 WIB.

Saham SURI sempat tertinggi Rp 174 dan terendah Rp 160 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 3.691 kali dengan volume perdagangan 71,31 juta lembar saham. Harga hariannya Rp 12,14 miliar.

Berdasarkan keterangan resminya, PT Maja Agung Latexindo Tbk resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 7 Desember 2023 dengan kode saham SURI. PT Maja Agung Latexindo Tbk merupakan anak perusahaan Shamrock Group.

Pencatatan saham PT Maja Agung Latexindo Tbk merupakan pencapaian jenjang yang lebih tinggi bagi perusahaan, dimana PT Maja Agung Latexindo Tbk bertujuan untuk menjaga kualitas dan mencapai kepuasan pelanggan khususnya di pasar internasional.

CEO Maja Agung Latexindo Imelda Lin mengatakan timnya yakin dengan mencatatkan Maja Agung Latexindo di Bursa Efek Indonesia, perseroan dapat menjaga kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan SURI.

“Dengan transparansi dan tanggung jawab PT Maja Agung Latexindo Tbk, kami yakin dapat menyediakan produk sarung tangan yang berkualitas, inovatif dan kompetitif. Melalui kesempatan ini, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi bagian dari perjalanan kami mencapai tujuan kami. itu,” katanya.

SURI yang berdiri sejak tahun 1988 atau 35 tahun telah membuktikan bahwa perusahaan mampu bertahan dalam segala tantangan termasuk krisis keuangan global.

Segala tantangan tersebut menjadikan Maja Agung Latexindo sebagai perusahaan yang tangguh dan kemampuan bertahan tersebut berkat dukungan masyarakat khususnya pelanggan yang terus mendukung perusahaan.

Maja Agung Latexindo juga membuktikan produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Sebagai distributor sarung tangan latex, perusahaan berkomitmen membantu masyarakat petani kecil. Dengan bekerja sama sebagai Shamrock Group, perusahaan mulai membantu masyarakat petani karet Sumatera Selatan dengan berperan sebagai distributor produk pertanian karet dan memberikan harga yang baik kepada para petani.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Tokoh Pendidikan Indonesia Jadi Pembicara di Forum Perempuan Dunia di Markas PBB
Next post Gaga Muhammad Sudah Bebas Bersyarat, Masih Ingat Kasus yang Membuatnya Dipenjara?