Pabrik Tekstil RI Bertumbangan, Tinggal Sisa Satu di Jakarta Timur

0 0
Read Time:1 Minute, 14 Second

Jakarta – Dalam gelombang protes pada Menteri Peraturan Komersial no. 8 dari 2024. Karyawan dan Pengusaha Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) berteriak merata tentang pengelompokan perakitan. Lima dari enam pabrik Yakarta hanya satu, terutama seratus tahun tekstil atau Pt Centex di CIRAC, Jakarta Timur.

Presiden Jakarta National Pegawai (SPN) DPD, Andre Nasrulllah mengatakan meskipun satu -satunya pabrik tekstil tetap ada, Pt Centex bekerja jauh dari kata yang layak. Dia mengatakan mesin manufaktur tekstil sebagian dimatikan.

“PT Centex adalah perusahaan tekstil terbesar di Jakarta, bekerja sejak tahun 80-an. Centex adalah yang terbesar, sekitar 5-6 ha, tetapi sekarang operasi mesin ditolak, sebagian besar operasi mesin dirilis,” setelah menunjukkan Kementerian Perdagangan di Jakart Senin (8/7/2024).

Andre melanjutkan, status karyawan juga dimulai. Karyawan lainnya adalah antara 200 dan 300 lebih, serta upah dan upah juga mulai berkurang.

“Akhirnya, kemarin, jam kerja, jam kerja turun. Tapi kemarin saya adalah pertemuan koordinasi.

Andre juga menekankan bahwa situasi saat ini di pabrik PT Centex Kemanian tidak membuat perubahan di pabrik tekstil sebelumnya.

“Saya bekerja pada hari Sabtu, Sabtu, sekarang setengah hari, dan sekarang tidak termasuk pada hari Sabtu, Jumat. Jumat sekarang akan dikurangi lagi, mereka ingin menurun hingga Kamis. Itu juga perlu mengurangi gaji, tetapi pengalaman teman.

Dia melanjutkan, lima dari enam perusahaan TPT sebenarnya mulai beroperasi dari Pandami Covid-19. Namun, kondisi ini memburuk karena 824 M. Nomor transisi 8.

“Kami memiliki enam pabrik tekstil. Jadi ya. Nah, dalam kondisi seperti itu, kami kembali didorong dengan permandag 08 ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
PAY4D jepang slot